Cara Membuat Portofolio Fotografi Untuk Fotografer Profesional

Portofolio Fotografi

Sebuah portofolio fotografi bagi seorang fotografer profesional adalah hal yang mutlak. Hal itu karena untuk memperkenalkan diri dan memperlihatkan kemampuan serta karya terbaik anda kepada calon client.

Mengapa portfolio diperlukan?

Portofolio adalah kunci dimana para calon client dan para pengambil keputusan dapat menilai apakah Anda adalah fotografer profesional yang tepat untuk dapat menyampaikan hasil foto sesuai dengan yang mereka harapkan. Itulah sebabnya sebuah portofolio harus bisa  memperlihatkan keragaman dalam berbagai aspek, kategori serta seluruh kemampuan Anda sebagai seorang image maker.

Portofolio fotografi dapat berupa sebuah album dengan beberapa foto, platform gallery photo online atau berupa file dalam compact disc.

Aspek Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Portofolio Fotografi Untuk Fotografer Profesional

Sebuah portofolio fotografi yang baik berisi foto-foto yang sesuai dengan kebutuhan calon client dan dapat mewakili aspek – aspek foto, yaitu :

Aspek Emotional

Aspek emotional ini adalah ketika karya Anda benar-benar dapat membuat mereka tertarik dan ingin bekerja sama dengan Anda / menggunakan jasa Anda. Anda dapat memilih foto yang biasa kita sebut dengan capturing the moment  (mampu bercerita melalui momen-momen yang tertangkap). Dengan begitu, unsur emotional dari foto Anda dapat benar-benar terefleksikan.

Aspek Fungsional

Aspek fungsional disini berarti tepat guna. Yang dimaksudkan adalah dimana pemilihan foto tersebut dapat sesuai dengan kebutuhan dan konteks (tema) yang diharapkan.

Image

Setiap client mempunyai selera yang berbeda. Setiap fotografer juga mempunyai warna, rasa, serta teknik pengambilan gambar yang berbeda dan juga sangat spesifik. Oleh sebab itu, sebuah portofolio fotografi yang baik harus dibuat sedemikian rupa sehingga berbeda dengan orang lain dan menunjukkan ciri dan spesialisasi Anda. Image dari fotografer profesional merupakan unsur yang penting karena mencerminkan Anda berada di kelas tertentu / level tertentu.

Portofolio fotografi dapat berupa foto hasil cetakan. Cetakan menunjukkan hasil akhir karya nyata Anda. Cetakan fotopun belum merupakan hasil yang benar-benar matang karena masih diperlukan custom packaging untuk dapat melindungi dan memberikan nilai lebih. Packaging yang dimaksud disini adalah album foto custom. Oleh karena itu, pilihlah album yang berkualitas agar dapat menunjukkan kelas Anda.

Baca Juga : Cara Membuat Invoice Pemotretan

Hal Yang Harus Ada Dalam Sebuah Portofolio Fotografi

Sebuah portofolio fotografi yang baik harus dapat bercerita mengenai Anda sebagai fotografer profesional. Dengan melihat portofolio, seorang client sudah harus dapat mengenali diri serta kemampuan Anda. Yang diperlukan dalam sebuah portofolio adalah :

  1. Sebuah portofolio mutlak dicantumkan nama Anda dan contact person yang bisa dihubungi
  2. Pilih foto-foto yang benar-benar terbaik, jangan asal memasukkan semua. Berikan penekanan pada kemampuan jenis foto khusus.
  3. Kelompokkan masing-masing tema foto. Cobalah untuk membuat beberapa variasi misalnya buat 1 album foto custom black and white atau sephia.
  4. Beri jarak yang cukup antar fotoagar enak dilihat dan tidak saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Seperti halnya saat kita sedang melihat pameran foto atau lukisan di sebuah gallery seni tentunya mereka memberi space yang cukup luas antara foto satu dengan yang lain.
  5. Hasil cetak foto yang terbaik. Jangan asal memasukkan semua. Jangan sampai hasil cetak mengurangi keindahan hasil foto, seorang fotografer profesional sejati dangat memperhatikan hal ini.

Usahakan agar portofolio selalu dalam keadaan baik (tidak rusak/kotor) dan rapi. Gunakan album foto dengan acid free paper (rekomendasi untuk jenis-jenis album dengan acid free sheets, dapat Anda lihat pada produk Susan Pro). Jangan membawa album yang sudah tidak layak untuk dipamerkan kepada client. Ingat bahwa portofolio adalah kesan pertama dan mencerminkan siapa Anda.

Seiring dengan berjalannya waktu, tentunya fotografer profesional harus menciptakan karya-karya terbaru dan lebih inovatif sesuai update trend dan perkembangan zaman. Portofolio sering juga digunakan para fotografer profesional untuk dapat menilai progress/peningkatan keahlian fotografi. Hal ini dilakukan karena portofolio dibuat untuk dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga progress para fotografer dapat dilihat dari portofolio fotografi tersebut.

Berapa biaya sebuah portofolio fotografi?

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat portfolio fotografi sangat bervariasi tergantung dari fotografer dan jenis portofolio yang dipilih dan tentunya target market yang ingin dibidik. Semakin berkelas client Anda, maka ekspektasinya semakin tinggi dan biaya untuk membuat portofolio pun menjadi lebih tinggi. Namun bila hal ini dinilai menguntungkan dari sudut pandang commercial dan promotional, dan sebanding dengan hasil yang akan Anda dapatkan, mengapa tidak?

Biasanya yang digunakan dalam portofolio adalah album standard untuk foto size 20×25 dan berjumlah 10-20 sheets, didalamnya akan berisi 20-40 foto.

Tanpa sebuah portfolio yang baik seorang fotografer akan sulit mendapatkan project maupun client yang diinginkan. Oleh karena itu, berikanlah kualitas portfolio yang tinggi. Ingat, bahwa portfolio merupakan refleksi dari keprofesionalan Anda. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Add a Comment

Your email address will not be published.